Tampilkan postingan dengan label Pemprov. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemprov. Tampilkan semua postingan

22 Jan 2013

2015, Sulut Siap Masuk Pasar Bebas

Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut  Dr. Noudy Tendean 
PEMPROV - Sulawesi Utara siap menghadapi pasar bebas ASEAN 2015. Penegasan ini disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Dr. S. H. Sarundajang melalui Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut  Dr. Noudy Tendean, saat menghadiri pertemuan bersama Kepala Bank Indonesia (BI) Sulut Suhaedi, BIMP EAGA Sulut Shelly Sondakh, dan beberapa Kepala SKPD Pemprov Sulut terkait seperti Kepala Bappeda Sulut Noldy Tuerah, Kepala BPMKR Sulut H. T. R Korah, Senin (21/01) Kemarin.

Menurut Tendean, pasar bebas ASEAN 2015 sudah didepan mata. Dan bukan hal berlebihan jika mengatakan bahwa Sulut telah siap menghadapi era yang penuh kompetitif tersebut. Persiapan Sulut sendiri sudah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Contoh kecil khusus untuk produk daerah, Sulut sudah mampu mensejajarkan dengan daerah lainnya dari segi kualitas, kuantitas, serta kointiunitas.

Begitu juga dengan masalah Sumber Daya Manusia, fakta membuktikan bahwa SDM Sulut tidak kalah bersaing dengan dunia luar. Lihat saja, berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Republik Indonesia, Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dicapai Sulut tertinggi dibanding provinsi lainnya di Indonesia (di luar DKI), dimana IPM Sulut mencapai 8 persen.

Dengan IPM yang terus naik membuktikan bahwa Sulut juga terus mengalami kemajuan. Memang Sulut tidak bisa dibandingkan dengan Jakarta. Sebab Jakarta merupakan Daerah Khusus Ibukota. Artinya, semua anggaran negara baik di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan untuk rakyat miskin,  Jakarta selalu yang dikhususkan atau diprioritaskan. Begitu juga anggaran pembangunan infrastrukturnya, selalu Jakarta  yang diprioritaskan. Bahkan pendapatan sumber daya alam dari semua provinsi, banyak yang  dikirim ke Jakarta. Karena Jakarta merupakan daerah khusus ibu kota negara.

‘’IPM yang terus mengalami peningkatan mebuktikan bahwa Sulut telah siap menghadapi pasar bebas 2015 nanti,’’ tegas Tendean mantap.

Selanjutnya keturunan ketiga pahlawan revolusi Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Tendean ini menjelaskan, IPM ini sendiri mulai digunakan sejak tahun 1990 oleh pemenang nobel Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq. Mereka dibantu Gustav Ranis dari Yale University dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics.

Sejak itu indeks ini dipakai oleh program pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada laporan IPM tahunannya. IPM  ini untuk mengukur harapan hidup manusia, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup seluruh negara di dunia. Yang diukur mulai  dari tingkat kabupaten dan provinsi. Dari IPM ini akan terlihat keberhasilan pemimpin negara atau pemimpin daerahnya. Karena itu juga IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara atau daerah masuk dalam kategori maju, berkembang, atau terkebelakang.

‘’Indeks ini juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup, termasuk didalamnya kesiapan sebuah daerah menghadapi persaingan pasar bebas,’’ jelasnya.

Selain dari aspek IPM, indikator di bidang kesehatan dan kesejahteraan juga Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Dr. S. H. Sarundajang dikatakan benar-benar siap.  Untuk kesehatan, usia harapan Sulut menempati peringkat 3 di antara 33 provinsi. Sulut pun hanya kalah dari daerah yang diistimewakan (DI Jogjakarta 73,2 persen) dan daerah yang selalu dikhususkan (DKI Jakarta (73,1 persen).

Sulut hanya 72,1 persen. Begitu juga dengan tingkat kesejahteraan yang dilihat dari pendapatan domestik regional bruto (PDRB) atau pendapatan per kapita (per kepala). Indikator ini juga Sulut sangat baik, karena dilihat dari kemampuan membeli masyarakat. Kemampuan membeli masyarakat di daerah ini sangat tinggi karena upah minimum provinsi (UMP) Sulut tertinggi di Indonesia yakni Rp1.500.000.

‘’Fakta-fakta riil ini membuktikan bahwa Sulut memang telah siap menghadapi pasar bebas 2015 nanti,’’ tegas jebolan doctor Cumlaud UGM Yogyakarta ini.
Sumber: Fokusmanado.com

20 Nov 2012

Pemprov Siap Sukseskan Hari AIDS Nasional

FOKUSMANADO.COM / Rapat di Pemprov Sulut  
FOKUSMANADO.COM,PEMPROV - Dalam Rangka mensukseskan peringatan hari AIDS Nasional 30 Novemebr nanti, Pemprov Sulut bersama Komisi Penanggulangan AIDS Sulut mengadakan rapat pemantapan pelaksanaan kegiatan.

Rapat yang di gelar, Senin (19/11/12) siang, yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs M.M Onibala,Msi dan didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR. N.R.P Tendean, SIP, Msi. Dalam rapat tersebut dibahas bersama terkait kagiatan yan dilaksanakan pencanangan hari AIDS yang rencananya akan dibuka Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang, lomba pidato hari AIDS Nasional, pameran serta jalan sehat bersama. Sebelum hari pelaksanaan akan dilaksanakan roadshow terkait hari AIDS Nasional.

Pelaksanaan kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat umum, organisasi massa, tokoh masyarakat, pelajar serta LSM. Onibala menyatakan hari AIDS Nasional kali ini agar tidak gagal.

“Pemprov Sulut mendukung sepenuhnya kegiatan ini, saya berharap dukungan dari semua pihak agar pelaksanaan kegiatan ini bisa berlangsung sukses,” ujar Onibala.

Dirinya berharap perlua adanya koordinasi masing-masing bidang dengan ketua pelaksana yakni kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Sulut.(Nan)

Peserta PIM II Pemprov Jatim Kunjungi Sulut

MANADOLIVE.COM 

MANADOLIVE.COM, PEMPROV - Eksistensi Pemerintah Provinsi Sulut dalam tata pengelolaan pemerintahan mendapat respon yang positif dari berbagai pihak. Hal tersebut dibuktikan dengan kunjungan peserta Diklat Kepemimpinan tingkat II (PIM II) Pemprov Jawa Timur.

Rombongan tersebut mengunjungi kantor Gubernur Sulut, Senin (19/11) guna mengetahui bagaimana pengelolaan administrasi pemerintahan serta pengelolaan sistem kepegawaian daerah Sulut.
Rombongan tersebut diterima oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulut Drs M R Tumiwa, Mpd di dampingi Kepala Biro Pemerintahan DR N.R.P Tendean, SIP,Msi dan Kepala Biro Organisasi Dra Linda Watania, MSi.

Pada kesempatan tersebut pihak Pemprov Sulut mengenalkan berbagai potensi yang dimiliki Sulut, serta menjelaskan bagaimana mengelola sistem kepegawaian yang dilaksanakan Pemprov Sulut. “Kami menjelaskan kepada peserta PIM II bagaimana Pemprov Sulut dapat terus berkembang melakukan beberapa inovasi dalam sistem kepegawaian guna menciptakan tata pemerintahan yang baik, serta menajement kepegawaian yang transparan,” ujar Tumiwa.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan tanya jawab antar peserta dan pihak Pemprov Sulut. Mereka juga berkesempatan mengunjungi Biro Pemerintahan dan Humas, Dinas Pendidikan, BKD dan Biro Orpeg guna mempelajari bagaimana pelaksanaan jalannya roda pemerintahan di Sulut.(Nan)

Sekprov: Sekda Se Sulut Wajib Sukseskan Pornas KORPRI 2013

MANADOLIVE.COM, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Ir Siswa R Mokodongan  saat menjelaskan 

MANADOLIVE.COM, PEMPROV - Kepada seluruh Sekretaris Daerah Kabupaten Kota se Sulut untuk bersama mensukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri, yang akan dilaksanakan di Sulut tahun 2013 mendatang. Demikian dikatakan, Sekretaris Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ir Siswa R Mokodongan, Senin (19/11/12) siang.

“Meyongsong pelaksanaan ivent nasinal Pornas Korpri, saya menghimbau kepada seluruh Sekda Kabupaten Kota se Sulut untuk dapat mensukseskan dan melakukan persiapan dalam rangka menyambut kegiatan besar khusus bagi warga Korpri se Indonesia tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, setiap Sekda diharapkan berperan aktif dengan mengirimkan anggota Korpri terbaik untuk mengikuti seleksi yang akan di gelar (21/11/12) nanti, yang bertempat di halaman kantor kGubernur Sulut. Karena Kegiatan yang akan digelar nanti dalam menyongsong Pornas Korpri 2013 nanti ialah prakualifikasi dengan menyeleksi serat manjaring atlit terbaik Korpri untuk berkanca pada Pornas 2013 nanti.

“Kegiatan ini juga menjadi tolak ukur pembinaan dan pengembangan olahraga di lingkungan Pegawai Negeri, membangun mental dan produktifitas kerja PNS, meningkatkan soliditas dan solidaritas anggota Korpri serta memeriahkan HUT ke 41 Korpri,”tandasnya.

Perlu diketahui, cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan diikuti oleh kontingen Kabupaten Kota yakni catur putra, futsal putra, bulutangkis beregu putra/putri, tenis meja beregu putra/putri dan bola voly beregu putra/putri.(Nan)

Mokodongan Buka Sosialisasi Perpajakan

MANADOLIVE.COM, PEMPROV / Sekretaris Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan   

MANADOLIVE.COM, PEMPROV - Sekretaris Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan, buka pelaksanaan sosialisasi perpajakan bendaharawan se- Provinsi Sulut, di ruang Huyula Kantor Gubernur, Senin (19/11/12) siang.

Sosialisasi yang menampilkan pembicara dari BPK Pusat dan dari Direktorat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI ini, diikuti seluruh bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran SKPD dilingkungan pemprov Sulut.

“Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa dewasa ini peranan pajak sangat besar dalam penerimaan negara, ini tercermin didalam APBN maupun APBD Provinsi dari tahun ketahun terjadi peningkatan yang signifikan,”ujarnya.

Lanjutnya, ini tentunya mencerminkan penerimaan pajak di daerah ini sangat kondusif, dan tentunya semua itu tidak lepas dari peran bendahara pemerintah dalam melaksanakan tugasnya dalam memotong/memunggut pajak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

“Masih banyak bendaharawan kita malas untuk menyetor pajak yang sudah dipotong itu, sehingga membuat wajib pajak khususnya wajib pajak bendahara  pemerintah mengalami kendala memenuhi kewajiban perpejakannya, tentunyahal ini akan memberi dampag negatif terhadap penerimaan negara dari sektor pajak,”semburnya seraya menambahkan, karena itu melalui sosialisasi saat ini para bendahara dapat mengikutinya dengan baik, guna menambah wawasan, pemahaman peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

“Terutama mengenai tata cara kewajiban pemotongan/pemungutan, penyetoran dan pelaporan pajak yang timbul dari berbagai transaksi pengeluaran yang terjadi dimasing-masing unit ataupun satuan kerja,” harap Mokodongan.

Sementaran itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Daerah (Penda) Sulut, Aseano Gammy Kawatu SE MSi menyebutkan, tujuan pelaksanaan sosialisasi adalah untuk meningkatkan kepatuhan dan kepedulian masyarakat dan wajib pajak termasuk bendahara terhadap penegakan hulum perpajakan.

“Hal ini memberikan pembinaan, pencerahan dan wawasan kepada para bendahara  terhadap kewajiban dalam hal pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak agar tepat guna dan tepat sasaran demi terciptanya laporan keuangan pemerintah yang baik,”tandasnya.

Ikut hadir Direktur P2 Humas Ditjen Pajak, Kakanwil Ditjen Pajak Sulutenggo dan Malut Restu Suprayogo dan Para Prjabat Eselon II dilingungan  Pemprov.(Nan)

Sarundajang: Bendahara Malas Nyetor pajak, Masih Juga di Potong

MANADOLIVE.COM / Gubernur Sulawesi Utara, DR. Sinyo Harry Sarundajang, saat Tandatangani MOU Perpajakan  

MANADOLIVE.COM, PEMPROV - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), DR. Sinyo Harry Sarundajang bersama Kakanwil Ditjen Pajak Sulutengo dan Malut Hestu Yoga melakukan penandatangan MOU ekstensifikasi dan intensifikasi wajib pajak penghasilan pasal 21 dan pengawasan kewajiban perpajakan bendahara serta pengelolaan PBB dan PBHTB di ruang kerja Gubernur, Senin (19/11) sore.

Penandantangan MOU tersebut turut disaksikan Direktur P2 Humas Ditjen Pajak Krismantoro Petrus, Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, Asisten Administrasi Umum Edwin Silangen, SE MS, Kadis Penda Aseano Gammy Kawatu, SE MSi dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Gubernur memberi apresiasi positif atas terlaksananya penandatangan MOU tersebut.

“Setidaknya dengan adanya kesepakatan bersama ini secara tidak langsung akan saling menguntungkan secara kelembagaan yang menyangkut tugas pokok bendahara dalam bidang perpajakan, berupa pendidikan dan pelatihan perpajakan, bagi bendahara maupun pengawasan bersama para pihak terhadap kewajiban bendahara dalam hal pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak demi terciptanya laporan keuangan pemerintahan daerah yang baik,” ujar Sarundajang.

Sarundajang mengakui, pemprov seakan terbenan dengan ulah dari para bendahara yang sering malas menyetor pajak yang telah di potong. Sebenarnya yang terjadi selama ini kesalahannya bukan ditingkat pimpinan SKPD, melainkan lebih banyak dari ulah bendahara itu sendiri, Baik bendahara penerimaan maupun bendahara pengeluaran, ingat Gubernur dua periode ini.(Nan)